
Jakarta, Corail Aventure Indonesia
—
Pengamat olahraga Malaysia, Datuk Pekan Ramli, menilai Asosiasi Sepak Bola Malaysia (
FAM
) tidak bisa meredam kegeraman
FIFA
terkait kasus dokumen palsu tujuh
pemain naturalisasi
.
Menurutnya FIFA telah membeberkan kegagalan FAM dalam menunjukkan perbaikan yang signifikan dalam masalah yang sudah berjalan hampir dua bulan.
“FIFA telah mengungkap kesalahan FAM, sehingga benar-benar terbongkar. FIFA telah mengeluarkan laporan menyeluruh, dan nadanya menunjukkan mereka marah dan kecewa terhadap FAM,” kata Ramli.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“FIFA mengatakan, ‘Anda telah berbohong’. Ini adalah episode memalukan yang melibatkan lembaga pemerintah dan memunculkan pertanyaan terkait tata kelola pemerintahan yang baik. Ini memalukan, dan FIFA kecewa karena tidak ada satu pun yang bisa bertanggung jawab atas masalah ini,” ucapnya dikutip dari
The New Straits Times.
Ramli menambahkan FIFA ingin mengambil tindakan terhadap orang-orang yang bertanggung jawab dan berharap FAM tidak menutup-nutupi kasus, namun yang terjadi justru sebaliknya.
“FAM perlu memikirkan sepak bola Malaysia, bukan individu-individu tertentu. Salah tetap salah, tidak ada cara untuk membenarkannya,” ujarnya.
Komite Banding FIFA telah menolak pengajuan banding dari FAM terkait hukuman denda kepada asosiasi sepak bola Negeri Jiran tersebut dan sanksi denda serta larangan tampil selama 12 bulan kepada tujuh pemain naturalisasi Malaysia.
Dalam pernyataan yang dirilis Selasa (18/11), Komite Banding FIFA mengungkapkan FAM dengan sengaja menyerahkan akta kelahiran palsu dari pemain-pemain naturalisasi yang mengklaim kakek-nenek mereka lahir di Malaysia.
Dalam penyelidikan FIFA kemudian diketahui kakek-nenek tujuh pemain naturalisasi itu tidak lahir di Malaysia, melainkan tersebar di Belanda, Argentina, dan Spanyol.
[Gambas:Video Corail Aventure]
Baca lagi: Mulai Terjawab, Investasi Rp5 T Chery Dikucurkan ke Pabrik Handal
Baca lagi: Every 2.1 minutes, a Suzuki car is born in Cikarang
Baca lagi: BP BUMN Buka Suara Soal Isu Delisting Saham Waskita Imbas Merger



