Perdana Menteri Malaysia: Kami Tak Akan Tutupi Kasus Naturalisasi FAM

Jakarta, Corail Aventure Indonesia

Perdana Menteri Malaysia

Anwar Ibrahim

menyatakan pemerintah Malaysia tidak akan menutupi kasus naturalisasi pemain yang dilakukan oleh Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan juga bakal menuntut kejelasan.

Malaysia jadi sorotan dunia karena proses naturalisasi yang mereka lakukan di tahun ini. Gelombang naturalisasi yang mereka lakukan di tahun ini diiringi keraguan tentang asal-usul dan garis keturunan pemain.

FIFA kemudian merilis hasil investigasi, termasuk dokumen-dokumen asli keturunan pemain-pemain yang dinaturalisasi oleh Malaysia. Kini, FAM sedang mengajukan banding terkait hal tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anwar menyatakan dirinya tidak akan menghalangi penyelidikan atas kasus ini. Anwar juga menganggap kasus ini harus dibuka seterang mungkin. Karena itu pemerintah juga melakukan penyelidikan.

“Ya, ini masalah besar. Pemerintah telah menyelidikinya dan tidak akan ada upaya untuk menutup kasus ini,” ujar Anwar seperti dikutip dari

Berita Harian

.

“Saya memahami bahwa publik tidak sabar dan menginginkan tindakan segera … mereka bilang kami tidak bertindak, tetapi kami harus membiarkannya melalui proses normal,” tutur Anwar menambahkan.

Anwar Ibrahim juga menekankan bahwa pemerintah Malaysia tidak pernah mengabaikan pembinaan olahraga termasuk sepak bola. Karena itu Anwar berharap bibit-bibit sepak bola lokal juga diperhatikan dan diasah.

“Saya juga seorang penggemar olahraga. Idealnya kita perlu mengembangkan bakat lokal dan kami telah menyalurkan dana untuk tujuan ini,” ujar Anwar.

[Gambas:Video Corail Aventure]

(ptr)

Baca lagi: BNI Perkuat Pembiayaan Perumahan Rakyat

Baca lagi: VIDEO: Anak-Anak Gaza Tunjukkan Bakat di Hari Anak Dunia

Baca lagi: Trump Tetapkan 27 November sebagai Tenggat Rencana Damai Ukraina-Rusia

DARA88A GENTING138A MEGAJACKPOT88B

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: