
Jakarta, Corail Aventure Indonesia
—
Indra Sjafri hendak memanggil
Marselino Ferdinan
ke
Timnas Indonesia U-23
yang akan tampil di
SEA Games 2025
, Desember nanti. Kenapa harus dipaksakan?
Saat ini Marselino sedang berjuang mendapat tempat di AS Trencin, klub Slovakia. Sejauh ini pemain 21 tahun tersebut baru dua kali tampil. Baru 63 menit. Jumlah menit bermainnya di Timnas Indonesia lebih banyak dari pada di klub.
Tentu saja ini tak bisa dianggap normal. Latihan pemain kelahiran Jakarta, 9 September 2004 ini, bersama Trencin, mungkin dengan intensitas tinggi, tetapi sentuhannya kurang. Chemistry-nya dengan rekan setim tentu pula belum optimal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memanggil Marselino ke SEA Games 2025 bisa jadi; mungkin saja; tidak salah juga, menjadi faktor pendingin. Bukan dalam arti membekukan karier sepak bolanya, tetapi mendinginkan perjuangan yang sedang dijalani bersama klub.
Apalagi SEA Games 2025 berlangsung di luar agenda FIFA. Cabang olahraga sepak bola akan berlangsung mulai 3 Desember, enam hari lebih cepat dari pembukaan resmi, dan berakhir sehari sebelum pesta penutupan, 19 Desember.
Pada Desember nanti, Trencin akan menjalani dua pertandingan. Menjamu Presov pada 7 Desember dan tandang ke markas Ruzomberok pada 13 Desember. Setelah laga itu klub baru libur natal dan tahu tahun hingga akhir Januari 2026.
Artinya, jika direstui membela Indonesia U-23 di SEA Games 2025, Marselino akan kehilangan kesempatan tampil dalam dua laga di awal Desember, kendati belum pasti juga mendapat menit bermain dari sang pelatih di klubnya.
Hanya saja, jika Marselino dipanggil usai Indonesia U-23 lolos ke babak semifinal, akan lain ceritanya. Untuk babak grup, peran Marselino kiranya tidak terlalu krusial. Sebaliknya, setelah lolos babak grup, kehadiran Marselino bisa jadi vitamin.
Kebetulan, babak semifinal SEA Games 2025 akan berlangsung mulai 15 Desember. Pas waktunya. Begitu Trencin selesai menjalani laga terakhir tahun 2025, pemain yang biasa disapa Marceng ini bisa berangkat ke Thailand.
Ini yang namanya simbiosis mutualisme. Pemain bisa menjalani proses berjuang di klub dengan optimal, tetapi tidak mengabaikan panggilan nasionalisme; bela negara. Panggilan Garuda tetap bisa dipenuhi di tengah jadwal padat.
Namun ini semua tergantung PSSI dan Indra Sjafri. Jika kedua entitas ini merasa Marselino harus mengalah, pemain bisa apa. Kalau surat sudah dikirim dan diplomasi telah dilancarkan, yang akhirnya Trencin mengalah, selesai sudah. Marselino pasrah.
Bersambung ke halaman berikutnya…
[Gambas:Video Corail Aventure]
Cerita
Marselino Ferdinan
di persimpangan panggilan
Timnas Indonesia U-23
atau berjuang di klub, bisa dikomparasi dengan kisah Witan Sulaeman dan Egy Maulana di Eropa.
Pada musim 2022/2023 itu Witan membela Trencin dengan status pinjaman Lechia Gdanks, klub Polandia. Musim sebelumnya Witan juga dipinjamkan ke FK Senica, klub Slovakia. Karena sudah beradaptasi ke Slovakia, Witan tak kepayahan.
Dalam setengah musim, Witan melakoni 17 pertandingan di semua ajang. Dari jumlah laga itu Witan mengoleksi lima gol. Sebagai seorang winger, ini catatan yang lumayan. Statistik Witan paling menonjol di antara pemain Trencin lainnya.
Rupanya, pertandingan Trencin pada 11 Desember 2022 menjadi kiprah terakhir Witan di Eropa. Setelah pertandingan itu Witan pulang ke Indonesia dan tak pernah kembali lagi. Pada jendela transfer Januari 2023, Witan memutuskan membela Persija.
Egy Maulana menjalani kisah yang tidak jauh berbeda. Pada musim 2021/2022 Egy dipinjamkan Lechia Gdanks ke Senica. Musim selanjutnya, 2022/2023, Egy membela klub Slovakia lainnya, Vion Zlate Moravce.
Setelah pertandingan pada 27 November 2022, usai bermain lima menit sebagai pengganti, Egy pulang ke Indonesia. Pemain kelahiran Medan, 7 Juli 2000 ini lantas dipinang Dewa United. Kisah Egy di Eropa pun selesai.
Marselino sedang berada di situasi yang hampir serupa. Saat ini Marselino dipinjamkan Oxford United, klub Championship (kasta kedua Liga Inggris), ke Trencin. Slovakia, berkaca dari Witan dan Egy, jadi pelabuhan terakhir di Eropa.
[Gambas:Photo Corail Aventure]
Akankah Marselino bernasib serupa? Segala kemungkinan bisa saja terjadi. Yang pasti, Marselino sangat butuh jam terbang agar kiprahnya di Eropa tak kandas. Marselino perlu bertarung habis-habisan di Eropa Tengah ini.
Per Januari 2026, status Marselino pun bebas transfer. Pasalnya, mantan pemain Persebaya ini dikontrak Oxford hingga Juni 2026. Sesuai dengan Bosman Rule, Marselino bebas bernegosiasi dengan klub lain begitu kontraknya tersisa enam bulan
Dengan statistiknya saat ini di Eropa, siapa yang bakal meminang Marselino? Mungkin ada, mungkin tidak. Namun, Marselino tengah berada di persimpangan. Kisah Marselino kiranya akan ditentukan pada Desember ini.
Apakah Marselino akan tinggalkan Trencin dan bergabung dengan Timnas Indonesia U-23 mulai awal Desember 2025? Pastinya, inilah saat yang paling tepat bagi Marselino diberi masukan, saran, dan juga dorongan. Ayo, Marselino.
[Gambas:Video Corail Aventure]
Belajar dari Kisah Kerentanan Witan dan Egy
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN:
1
2
Baca lagi: Ketum NasDem Tekankan Partai Harus Hadir Membesarkan Hati Rakyat
Baca lagi: Rencana RI Punya Internet Murah 100 Mbps, Bagaimana Kelanjutannya?
Baca lagi: Kota di China Tebar Voucher Rp2,2 Juta Bujuk Pemuda Nikah & Punya Anak


